Sabtu, 21 November 2015

English Writer

Macintosh
Mari melihat jauh kedepan bagi yang masih pelajar. Mungkin ada yang mau lanjut kuliah ke luar negri, kenapa enggak? Kalo agan tau ya, writing skill itu banyak areanya, ada academic writinggeneral writing dan business writing skill. Itu semua ada diperbedaan kosa kata yang kita gunakan gan dan jelas yang paling susah tuh di academic writing, karena gak sembarangan kosa kata yang bisa digunakan kalo kita mau bikin suatu essay atau karya tulis di lingkungan akademik lainnya, kosa kata yang kita gunakan ya harus kosa kata akademis, dan itu susahnya minta ampun, karena ane udah ngalamin sendiri.

Untuk yang sudah bekerja, mau bekerja di perusahaan multinasional atau malahan pengen kerja ke luar negri, kenapa enggak gan? Harap diinget gan, kerjaan di kantor kan gak cuma komunikasi aja sama rekan kerja, tapi juga nulis email, nulis laporan, bikin presentasi dan hal-hal lain yang bersifat tulis menulis. Dan business writing itu cukup berbeda dengan general writing, karena ada banyak kaidah-kaidah yang harus dipatuhi, khususnya dari unsur etika. Nah, kalo kita gak terbiasa menulis bahasa inggris, yakin bakalan kaget dan kesulitan deh kita nanti kalo udah masuk lingkungan kerja multinasional company, dan bakalan banyak menghambat kinerja kita juga. Percaya dah, ane juga udah pernah ngalamin masalahnya.

Selasa, 28 April 2015

7 Gestures Tangan yang Membuat Anda Dengar Seperti Nyata Intelektual

Pagi

Kebetulan tadi malem tidur di kantor Godonkcloth pagi-pagi habis subuhan langsung jalan-jalan tapi lebih tepatnya sih 'blogwalking' hehe

Ada artikel unik yang membuat saya langsung senyum-senyum sendiri dan tak baca bolak-balik sambil ngeliat gambar gif nya yaitu tentang pengamatan oleh peneliti tentang gestur tangan yang sering digunakan oleh pembicara yang secara universal atau umum identik dengan gaya para intelek.

Yang langsung ada dipikiranku kalo itu saya praktekan ketika bicara mungkin bisa terlihat intelek kali yak? secara sekarang saya baru belajar bicara didepan umum yang sering kalo bicara didepan umum itu groginya minta ampun dan sering kaku tanganya,malah jadi kayak zombi sedang mengoceh didepan.

oke skip skip ini artikelnya

Minggu, 09 Februari 2014

Next Project : HuffadhKrapyak.com

Kali ini saya mendapat kepercayaan dari rekan-rekan santri madrasah huffadh Pon Pes Al Munawwir Krapyak untuk membuat blog Madrasah Huffadh,Pada kesempatan ini terasa berbeda karena tim yang dibentuk untuk mengelola blog ini adalah para ustadz ustadz saya,yaitu Pak As'ad,Pak Jalil dan mbah munir,bagi saya kepercayaan ini tidak akan saya siasiakan walaupun notabene saya juga masih rada awam dengan dunia blog maupun web desain.
Meskipun begitu saya akan berusaha untuk mengerjakanya semaksimal mungkin dan juga saya akan membuktikan bahwa ngeblog pakai Blogger lebih keren :) ~ Padahal jarang ngeblog juga sih,hahaha
Oia,sebelumnya saya juga sudah membuat blog untuk jasa pembuatan pin saya yaitu JuraganPin.com yang hasilnya lumayan lah rada enak dipandang hehe . .tapi saat ini belum terisi penuh konten kontenya dan masih dalam tahap penyelesaian.
Okay,jadi tunggu kelanjutan saya membuat blognya ya,dan doakan saya cepet sembuh dari virus meriang ini sudah 3 hari dan 2 kali berobat masih menggigil juga,Brrr . .
Hehehe maaf malah jadi curhat . .

Sampai ketemu lagi :)

Senin, 20 Januari 2014

T-Shirt Screen Printing: Sebuah Pengantar

Sebagai seorang desainer grafis yang bekerja di program grafis terbaru , hanya keterbatasan Anda adalah kreativitas dan tingkat keterampilan . Jika pikiran Anda bisa membayangkan hal itu , Anda dapat membuatnya dengan jumlah yang tepat dari pengetahuan dan pengalaman . Tapi bagaimana mengambil karya seni Anda dari layar komputer dan mengharapkan hasil yang sama pada t -shirt ? Hal ini bisa sangat rumit tergantung pada teknis dari desain keseluruhan , dan berbagai elemen yang digunakan .

Membuat terjemahan dari layar untuk kain memperkenalkan satu set baru keterbatasan dan pertimbangan ketika t -shirt adalah tujuan akhir dari karya seni Anda .

Keterbatasan ini dapat diatasi dengan jumlah yang tepat dari kesadaran , dan harapan yang wajar untuk apa yang mungkin . Menggunakan kain t -shirt sebagai media desain memiliki set melekat kendala karena proses cetak , porousness permukaan , tinta yang digunakan , dan elastisitas . Mengetahui kendala-kendala ini hanya setengah pertempuran , tapi kami akan menunjukkan solusi untuk mengatasi kendala berurusan dengan kain sebagai media desain .

Jumat, 13 Desember 2013

4 Gaya Kepemimpinan yang Harus Dikuasai Entrepreneur


Jika kita membicarakan tentang kepemimpinan, jumlah pegawai yang dimiliki bukanlah faktor yang terpenting. Seorang pemimpin juga harus berani menyingkirkan mitos bahwa ia harus selalu memegang teguh satu gaya kepemimpinan tertentu, yang dianggap sudah sempurna untuk lingkungan perusahaan yang ia pimpin. Dalam sebuah situasi yang dinamis, sejumlah gaya kepemimpinan juga perlu diketahui dan dikuasai karena kemampuan untuk beradaptasi merupakan kunci utama terus bertahan.
Ada begitu banyak hal yang harus dipelajari dari sebuah gaya kepemimpinan dan bagaimana menggunakannya. Berikut merupakan 4 gaya kepemimpinan dasar yang patut diketahui dan diterapkan oleh seorang entrepreneur dalam usaha yang ia jalankan:

Direktif
Inilah salah satu gaya kepemimpinan paling klasik dan sering disebut sebagai otokratik. Seseorang yang menggunakan gaya kepemimpinan ini suka memberikan arahan atau instruksi mengenai apa yang harus dilakukan dan mengharapkan pegawainya untuk melaksanakannya sesuai dengan petunjuk yang ia berikan.

Partisipatif
Gaya kepemimpinan ini cenderung lebih demokratis. Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan partisipatif suka mencari masukan dan saran dari pihak lain. Mereka juga tak segan untuk turun ke lapangan bersama-sama pegawai untuk menjalani dan memimpin proses pembuatan keputusan.

Laissez-faire
Kita bisa menemui prinsip laissez faire dalam mekanisme pasar bebas. Dan seperti pasar bebas, perusahaan yang dijalankan oleh pemimpin yang gaya kepemimpinannya didominasi prinsip laissez faire juga cenderung lepas tangan. Ia tidak banyak turut campur dalam proses pengambilan keputusan sehingga ruang bagi bawahnnya untuk melahirkan insiatif sendiri.